
WABAH ebola di Republik Demokratik Kongo menelan korban jiwa di atas 400 orang. Sebanyak 40 kematian baru tercatat dalam 24 jam terakhir, menurut laporan terbaru situasi dari Kementerian Kesehatan setempat Kamis (2/7).
Adapun jumlah kasus ebola di Kongodikonfirmasi meningkat menjadi 1.406, termasuk 438 kematian dengan tingkat kematian 31,2 persen sejak wabah diumumkan pada 15 Mei.
Wabah ebola terkonsentrasi di 34 zona kesehatan yang tersebar di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Zona kesehatan ke-24 yang dikenal sebagai Lolwa, provinsi Ituri disebutkan oleh Kementerian Kesehatan menjadi episentrum wabah.
Sebanyak 192 orang telah dinyatakan pulih dari ebola. Sementara 609 pasien masih dalam isolasi atau rawat inap.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa angka kematian kasus ebola di Kongo kemungkinan besar masih lebih rendah dari kondisi faktual. Pemerintah menyampaikan situasi keamanan yang tidak kondusif, mobilitas penduduk, penolakan masyarakat, dan tekanan pada fasilitas kesehatan menurunkan respons terhadap strain Ebola.
Terbaru, seorang petugas polisi tewas dan sebuah pusat perawatan yang dilaporkan Selasa (29/6) akibat adanya bentrokan soal jenazah seorang pria yang diyakini meninggal karena Ebola di Ituri.
Penolakan dan bentrokan juga terjadi di zona kesehatan Nia-Nia di wilayah Mambasa. Sebagian orang menolak menyerahkan jenazah seseorang yang diduga meninggal karena Ebola kepada tim untuk bisa dimakamkan secara aman.
